Masih nulis instruksi yang sama ke AI Agent setiap kali buka project baru? Ada cara yang jauh lebih efisien. Kenalan dengan Rules — fitur yang bikin AI Agent benar-benar "mengenal" cara kerjamu.

Kalau kamu sudah mulai serius menggunakan AI Agent dalam workflow sehari-hari, ada satu kebiasaan yang tanpa sadar pasti pernah kamu lakukan: menulis ulang instruksi yang sama berulang kali.
"Gunakan Bahasa Indonesia." "Pakai TypeScript." "Buat dokumentasi setelah selesai implementasi." "Jangan lupa unit test."
Setiap sesi baru, kamu harus "onboarding" ulang AI Agent-mu dari nol. Dan itu melelahkan.
Di sinilah fitur Rules hadir sebagai solusi. Bukan fitur tambahan yang nice-to-have — ini adalah fondasi dari workflow AI Agent yang benar-benar efisien.
Rules adalah serangkaian instruksi atau pedoman yang akan selalu diikuti oleh AI Agent setiap kali ia merencanakan, menulis kode, ataupun melakukan testing.
Bayangkan Rules seperti employee handbook untuk AI Agent-mu. Sekali kamu tulis, ia akan selalu mengikutinya — tanpa perlu diingatkan di setiap prompt.
Rules bisa berisi apa saja:
Di Antigravity, Rules terbagi menjadi dua jenis: Global Rules dan Workspace Rules.
Global Rules adalah aturan yang akan selalu diterapkan pada setiap project yang kamu akses. Tidak peduli project apa yang sedang dibuka, AI Agent akan selalu mengikuti rules ini.
Ini cocok untuk preferensi yang tidak berubah-ubah — hal-hal yang kamu inginkan secara konsisten di semua pekerjaan.
Contoh penggunaan Global Rules yang efektif:
Setiap kali selesai melakukan implementasi fitur, buat dokumentasi
dalam format Markdown. Simpan di dalam folder /docs dengan nama
file yang sesuai dengan nama fitur tersebut.
Selalu gunakan Bahasa Indonesia dalam semua response dan komentar kode.
Setiap kali membuat komponen baru, pastikan ada unit test yang menyertainya.
Dengan Global Rules, kamu tidak perlu lagi menulis "jangan lupa buat dokumentasi" atau "gunakan Bahasa Indonesia" di setiap prompt. AI Agent sudah tahu.
Workspace Rules adalah aturan yang hanya berlaku pada scope project tertentu. Ketika kamu membuka project yang berbeda, rules yang aktif pun berbeda.
Ini sangat powerful kalau kamu sering bekerja dengan tech stack yang berbeda-beda. Satu project pakai Vue.js, project lain pakai Next.js. Satu project butuh animasi berat, yang lain cukup dengan UI minimalis.
Contoh penggunaan Workspace Rules:
Misalkan kamu sedang membangun sebuah landing page dengan animasi penuh. Workspace Rules-mu bisa berisi:
Setiap kali membuat UI, selalu gunakan Framer Motion, GSAP, dan Lenis.
Setiap button harus memiliki hover effects.
Selalu perhatikan micro-interactions pada setiap element.
Atau untuk project dengan stack yang spesifik:
Project ini menggunakan Next.js 14 dengan App Router, Tailwind CSS,
dan Shadcn UI. Jangan menyarankan atau menggunakan library lain
di luar stack ini tanpa persetujuan.
Rules ini hanya aktif ketika project tersebut dibuka. Begitu kamu berpindah ke project lain, AI Agent akan mengikuti rules yang berbeda — sesuai dengan konteks project tersebut.
Setup Rules di Antigravity cukup straightforward:
code-style-guide) dan masukkan instruksi detailnya
Seperti semua fitur, Rules punya sisi terang dan sisi yang perlu diperhatikan.
Konsistensi — AI Agent akan selalu menghasilkan output dengan standar yang sama. Clean code, dokumentasi yang teratur, dan gaya penulisan yang konsisten — semua tanpa perlu diingatkan berulang kali.
Efisiensi — Kamu tidak perlu lagi mengulang instruksi seperti "gunakan Bahasa Indonesia" atau "buat unit test" di setiap prompt. Rules mengurus semuanya di background.
Personalisasi — Seiring waktu, AI Agent akan benar-benar "mengenal" cara kerjamu. Output yang dihasilkan makin sesuai dengan standar dan preferensi yang kamu miliki.
Context Bloat — Terlalu banyak rules bisa membuat AI Agent bingung atau lebih lambat dalam mengambil keputusan. Ini terjadi karena model language bekerja dengan finite context window — semakin penuh, semakin besar kemungkinan instruksi penting "terdilusi".
Konflik Global vs Workspace — Rules yang bertabrakan antara Global dan Workspace terkadang menghasilkan output yang tidak terduga. Manajemen yang baik adalah kuncinya.
Setup Awal Membutuhkan Waktu — Menyusun rules yang benar-benar efektif butuh trial and error. Kamu perlu waktu di awal untuk menemukan formula yang tepat.
Untuk memberikan gambaran konkret, berikut adalah flow pembuatan landing page menggunakan Workspace Rules di Antigravity:
1. Pembuatan PRD (Product Requirements Document)
Sebelum mulai coding, siapkan dokumen yang mencakup:
2. Setup Workspace Rules
Berdasarkan PRD, tulis Workspace Rules yang mencerminkan kebutuhan project. Semakin spesifik rules-mu, semakin konsisten output yang dihasilkan.
3. Prompting
Dengan Rules yang sudah aktif, prompt kamu bisa lebih fokus pada apa yang ingin dibangun — bukan bagaimana cara membangunnya. AI Agent sudah tahu standarnya.
4. Iterate
Review output, refine rules jika diperlukan, dan ulangi. Setiap iterasi membuat AI Agent semakin aligned dengan visimu.
Hasilnya? Landing page yang konsisten secara visual, menggunakan tech stack yang benar, dengan animasi dan micro-interactions yang sesuai standar — tanpa kamu harus menjelaskan ulang dari awal setiap kali membuka project.

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa prinsip yang perlu dipegang:
Presisi lebih penting dari kuantitas. Sepuluh rules yang tajam dan spesifik akan selalu lebih efektif dibanding lima puluh rules yang redundan atau saling tumpang tindih.
Pisahkan global dari spesifik. Apapun yang berlaku universal masuk ke Global Rules. Apapun yang spesifik untuk satu project, masuk ke Workspace Rules. Jangan campurkan keduanya.
Test dan iterate. Tulis rules, jalankan beberapa prompt, lihat hasilnya. Kalau output tidak sesuai ekspektasi, revisi rules-nya — bukan prompt-nya.
Hindari instruksi yang bertentangan. Pastikan Global Rules dan Workspace Rules tidak saling konflik. Kalau ada overlap, tentukan mana yang lebih prioritas.
Rules bukan sekadar fitur kenyamanan — ini adalah cara kamu membangun working relationship yang sesungguhnya dengan AI Agent.
Engineer yang serius menggunakan AI dalam workflow mereka tidak hanya mengandalkan prompt yang bagus. Mereka juga membangun sistem — dan Rules adalah bagian penting dari sistem itu.
Mulai dengan hal yang sederhana. Setup satu atau dua Global Rules yang paling sering kamu butuhkan. Tambahkan Workspace Rules untuk project yang sedang berjalan. Perhatikan perbedaannya.
Kamu akan menyadari bahwa pekerjaan yang dulunya membutuhkan banyak back-and-forth dengan AI Agent, kini bisa selesai lebih cepat — dan hasilnya lebih konsisten.